Translate

Tuesday, February 20, 2024

Saya belajar menggambar lagi

Semalam, saya belajar menggambar lagi. Setelah berbulan-bulan lamanya saya menyibukkan diri mengantar wisatawan, saya merasakan adanya kebutuhan untuk membuat sketsa. 

sketsa cherry merah dan tangkainya
Menggambar sketsa

Kali ini yang saya gambar adalah buah cherry dengan tangkainya. Ini adalah cara belajar sketsa dengan menarik garis lengkung yang lebih terkendali. Gambar cherry merah di atas, saya buat menggunakan pensil Faber Castell dan kertas tipis biasa. 

Sketsa teapot, cangkir, burung camar, lampu dan power bank

Sebenarnya saya sudah membuat beberapa sketsa lainnya yang sama sekali tidak berhubungan dengan flora dan fauna yang menjadi target pengamatan ketika saya lagi mengantar wisatawan. Namun demikian, latihan membuat sketsa akan melemaskan tangan saya lagi sehingga di kemudian hari, saya bisa membuat lebih banyak gambar yang lebih rumit bentuk maupun goresan-goresan detailnya di kemudian hari. 


Friday, December 20, 2019

Menggambar Manusia

Dalam dunia seni visual, subyek yang sulit digambar adalah manusia. Oleh karena itu, seorang seniman yang ingin menguasai teknik menggambar manusia harus berlatih membuat sketsa sebanyak mungkin. Referens dalam menggambar bisa berasal dari imaginasi, foto di majalah atau model secara langsung. Yang terbaik tentunya adalah menggunakan model secara langsung.
Ada seniman yang menggambar mata terlebih dahulu, kemudian menggambar hidung, mulut, rambut, dan selanjutnya ke bagian tubuh lainnya. Ada juga yang mulai menggambar tangan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan ke badan, kaki, tangan serta kepala. 
Sketsa wanita dan laptop di sofa
Sketsa Manual Wanita dan Laptop
Dalam teori menggambar manusia, pada umumnya, seniman menggambar bagian terluar dari keseluruhan tubuh manusia agar proporsinya seimbang dan tata letaknya sesuai dengan yang diharapkan. Setelah gambar tubuh manusia secara garis besar telah dibuat, langkah selanjutnya adalah menggambar secara terperinci bagian wajah, tangan, kaki atau pakaian yang dipakai. 
Sketsa digital wanita dan laptop sedang duduk di sofa
Ilustrasi digital wanita dan laptop

Meskipun seseorang telah menguasai teori menggambar manusia secara baik, ia tetap harus terus berlatih untuk menyempurnakan ketrampilannya. Jika ia tidak berlatih, maka kualitas gambar yang ia hasilkan tidak akan maksimal. 
Secara pribadi saya telah membuat banyak sketsa tubuh manusia, baik laki-laki, perempuan, anak-anak maupun dewasa. 
Gambar digital wanita menggunakan aplikasi Autodesk Sketchbook
Sketsa Wanita di Tepi Pantai
Saya biasanya menggunakan pensil terlebih dahulu kemudian saya beri warna. Ada juga sketsa biasa dengan menggunakan pensil lalu ditebalkan garisnya menggunakan pena bertinta hitam ysng selanjutnya diolah lagi secara digital menggunakan aplikasi Autodesk Sketchbook. Pembaca bisa melihat beberapa gambar manusia pada tulisan ini sebagai bahan studi. 

Burung Surga Merah

Burung Surga Merah/ Red Bird of Paradise (Paradisaea rubra) hidup di hutan hujan tropis Raja Ampat. Perilakunya mirip Burung Surga Kecil/ Cendrawasih Kuning (Paradisaea minor). Saya sering mengantar wisatawan untuk menonton burung ini di Kepulauan Raja Ampat khususnya di Pulau Waigeo. 
Untuk menonton Cendrawasih merah, kita perlu bangun pagi sekali sekitar jam 05.00 Kemudian kita perlu jalan kaki selama kurang lebih 1 jam ke lokasi nonton. Peralatan yang dibawa adalah teropong, dan kamera. 
Burung Surga Merah (Paradisaea rubra)
Burung Surga Merah (Paradisaea rubra)
Ketika cahaya matahari mulai menerangi kanopi hutan, Burung Surga Merah mulai aktif berkicau. Saat itu yang jantan akan memanggil betina agar mereka bisa mempertontonkan kepiawaian mereka dalam berdansa. Burung-burung jantan akan bersaing merebut hati burung betina supaya diajak kawin. 
Rata-rata Burung Surga Merah berdansa dan berkicau hingga jam 09.00 ketika cahaya matahari telah menerangi hutan hujan tropis Waigeo. 
Setelah kegiatan menonton Cendrawasih Merah selesai, para wisatawan bisa kembali ke penginapan untuk beristirahat. Aktivitas selanjutnya bisa dilanjutkan dengan kegiatan birding di pulau-pulau atau snorkeling. 
Raja Ampat kaya dengan keanekaragaman hayati (biodiversity) baik di atas permukaan tanah (hutan) dan di dasar laut (terumbu karang). Masyarakatnya juga memiliki adat istiadat yang unik. 
Di atas adalah ilustrasi Burung Surga Merah yang saya buat menggunakan Autodesk Sketchbook. Gambar tersebut sekarang tersedia sebagai cetakan di t-shirt, mug, tote bag, iPhone case, botol air minum, dan berbagai produk lainnya. Silahkan melihatnya di Alam Lestari. Semoga Anda tertarik untuk membelinya. 

Monday, December 16, 2019

Cendrawasih Kuning

Ini adalah gambar burung Cendrawasih Kuning (Paradisaea minor) yang hidup di hutan hujan tropis Papua khususnya pada dataran rendah hingga ke kawasan perbukitan. Burung ini karena bulunya yang indah sering dipakai untuk menghiasi berbagai pintu gerbang di kawasan perumahan hingga lukisan dekoratif di rumah-rumah warga. Sejumlah institusi swasta, lembaga adat, gereja dan pemerintah menggunakan lambang atau logo burung Cendrawasih.
Gambar Burung Cendrawasih (Paradisaea minor). Burung Surga ini hidup di hutan hujan tropis Papua.
Ilustrasi Burung Cendrawasih Kuning
Burung Cendrawasih Kuning adalah burung surga asli Papua yang memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan hujan tropis. Burung ini dan berbagai spesies burung lainnya memakan buah dari pohon-pohon yang ada di hutan kemudian menyebar biji-bijinya ke seluruh penjuru hutan.
Saya membuat ilustrasi digital burung Cendrawasih ini menggunakan aplikasi Autodesk Sketchbook. Sebelumnya saya harus membuat sketsanya secara manual dengan menggunakan pensil, crayon warna di atas kertas biasa. Setelah itu, saya menggambarnya kembali menggunakan stylus dari Tablet Samsung Galaxy Tab A with S pen sebagai alat utama dalam menggambar.
Baju Kaos Burung Cendrawasih Kuning
Baju Kaos Burung Cendrawasih Kuning
Ilustrasi ini sekarang tersedia dalam bentuk cetak di t-shirt, tas, mug, botol minuman serta dompet di toko online saya: Burung Cendrawasih - Alam Lestari.

Sunday, December 15, 2019

Ilustrasi Digital

Selama ini saya telah membuat berbagai ilustrasi digital berupa burung, ikan, bunga serta manusia menggunakan aplikasi Autodesk Sketchbook. Ilustrasi itu saya tampilkan sebagian di blog ini. Ada juga yang saya muat di Redbubble dan Zazzle. Untuk para pembaca di Indonesia, ilustrasi digital yang saya buat sekarang bisa dibeli dalam bentuk t-shirt, mug, tumbler, buku catatan, tas belanja dan serta dompet di website tees. Berikut ini adalah Sketsa Burung Cendrawasih yang ditampilkan lewat screenshot dari produk-produk tersebut.
Gambar Burung Surga Cendrawasih Kuning (Paradisaea minor) yang hidup di hutan Papua.
Ilustrasi Digital Burung Surga
Nah, para pembaca yang tertarik untuk membelinya, silahkan saja langsung berkunjung ke halaman saya di tees pada link ini: Alam Lestari.

Sunday, December 16, 2018

Burung Layang-layang

Saya sering melihat burung layang-layang terbang tinggi di angkasa. Burung ini dikenal juga dengan nama: Lesser Frigatebird. Burung ini memiliki bentangan saya lebih dari 1.5 meter. Ketika saya berada di pantai, burung frigate ini biasanya terbang dalam kelompok dengan jumlah 2 hingga lebih dari 10 ekor. Mereka mencari ikan di lautan.
Saya sudah membuat gambarnya dan pembaca sekalian bisa membelinya dalam sejumlah produk di tees.co.id
T-shirt with a drawing of Lesser Frigate Birds
T-shirt burung layang-layang
Anda bisa membelinya dengan klik: T-shirt Burung Layang-layang

Monday, September 17, 2018

Ikan dan Terumbu Karang

Saya sering melakukan kegiatan snorkeling dan menyelam-bebas (freediving) di kawasan terumbu karang. Ada berbagai spesies ikan yang bisa dilihat di sana. Beberapa di antaranya adalah: Striped Surgeonfish dan Convict Surgeonfish. Ikan ini memiliki ornamen bergaris di tumbuh mereka sehingga menjadikannya menarik.
Untuk melihat ini saya harus berenang agak jauh dari pasir pantai hingga ke kawasan terumbu karang yang berair jernih. Kemudian dengan memakai snorkeling mask, snorkel serta flipper (kaki bebek), saya menyelam bebas ke ke kedalaman 2 sampai 5 meter. Kadang, saya memotret ikan menggunakan kamera bawah air Fujifilm XQ2 atau Brica B-Pro5 Alpha Edition. Foto-foto tersebut bisa dijadikan sebagai referens jika saya ingin menggambar ikan.
Surgeonfish hidup di terumbu-karang
Oleh karena itu, saya berkeputusan untuk menggambarnya. Saya menggunakan Tablet Samsung Tab A dan aplikasi Autodesk Sketchbook untuk menggambar ikan-ikan tersebut. Agar terlihat lebih menarik, saya menambah beberapa terumbu karang di sekitarnya.
Ada banyak sekali spesies ikan di perairan terumbu karang terutama pada kedalaman antara 1 meter hingga 20 meter. Saya akan mencoba menggambarnya di lain waktu dan menguploadnya di blog ini. Anda bisa melihat berbagai produk cetak yang tersedia dengan berkunjung ke halaman: Dompet Bergambar Ikan

Tuesday, January 16, 2018

Hibiscus Merah dan Kupu-kupu

Saya baru saja upload sebuah gambar di Toko Online Alam Lestari di tees.co.id. Gambar tersebut adalah Bunga Hibiscus Merah yang dikenal juga dengan nama Kembang Sepatu dan Kupu-kupu.
Di saat sinar mentari bersinar dengan cerahnya di pagi hari, bunga-bunga liar yang ada di alam mulai menarik serangga untuk datang menghisap madu. Salah satu yang datang ke bunga Hibiscus adalah Kupu-kupu. Ini adalah proses alam yang terjadi setiap hari.
Gambar ini bisa diperoleh dalam berbagai produk seperti kaos wanita seperti pada foto yang tertera di bawah ini. Untuk memesannya, pembaca dipersilahkan untuk klik foto tersebut.
 Hibiscus Merah dan Kupu-kupu
Baik kupu-kupu maupun bunga hibiscus tadi memainkan peranan penting di lingkungan. Oleh karena itu, kita wajib menjaganya.
Gambar di atas, saya buat menggunakan aplikasi Autodesk Sketchbook Pro. Aplikasi ini memungkinkan saya menggambar di mana saja dan kapan saja. Aplikasi Sketchbook agak berbeda dengan software lain yang biasa saya pakai yakni inkscape. Secara teknis, Autodesk Sketchbook berbasis bitmap sedangkan Inkscape berbasis vektor. Seniman memerlukan stylus jika ingin menggambar menggunakan Sketchbook. Proses menggambarnya lebih intuitif dibandingkan dengan Inkscape. Meskipun Inkscape lebih kaku, kualitas gambar yang dicapai sangatlah bagus.

Monday, January 15, 2018

Gambar Vektor Cendrawasih Merah

Beberapa waktu lalu saya menggambar burung Cendrawasih Merah jantan (Paradisaea rubra) menggunakan software inkscape. Burung ini saya lihat di daerah selatan Pulau Waigeo. Untuk menonton burung itu, saya harus bangun pagi-pagi sekali sekitar jam 05.00. Seorang pemandu lokal menemani saya mendaki bukit yang agak terjal selama kurang lebih 1 jam. Setelah tiba di lokasi, ternyata ada panggung yang tingginya sekitar 5 meter untuk para pengamat burung. Saya dipersilahkan naik untuk melakukan pengamatan.
Burung Surga Merah di Raja Ampat
Baca juga:
Saat matahari mulai bercahaya di Timur, burung-burung jantan mulai berteriak memanggil betina-betina mereka. Ketika cendrawasih betina telah tiba, cendrawasih jantan mulai berdansa menunjukkan keindahan bulu mereka yang berwarna kuning, coklat, hijau dan merah.
Ada hal yang cukup menarik jika kita mencoba mengamati pose burung jantan. Sering posisi kepala berada di bawah dan ekor di atas. Ini tentunya gaya berdansa yang sulit sekali. Namun demikian Cendrawasih Jantan Raja Ampat tersebut tetap memperagakan kepiawaiannya di batang pohon yang tak berdaun.
Gambar Vektor Cendrawasih Merah
Saya membuat gambar vektor Cendrawasih Merah Raja Ampat ini untuk menarik kepedulian pembaca tentang pentingnya melestarikan burung surga tersebut. Populasinya semakin berkurang karena perburuan liar, penebangan hutan, pengalihfungsian hutan menjadi kebun, jalan raya serta kawasan pemukiman masyarakat. Semoga Burung Surga Merah Raja Ampat ini bisa terus bertahan hidup di habitatnya selama-lamanya.
Pembaca bisa memperoleh gambar ini dalam sejumlah produk seperti: T-shirt, Tote Bag dan Case untk Ponsel.

Thursday, July 20, 2017

Burung Cendrawasih Merah

Ini adalah sketsa sepasang burung Cendrawasih Merah di hutan Mamdifu, kawasan timur laut dari Pulau Waigeo - Kepulauan Raja Ampat. Dalam bahasa Inggris (dan Latin) burung ini disebut Red Bird of Paradise (Paradisaea rubra). Saya melihat burung ini ketika sedang memandu 3 orang wisatawan India yang khusus datang dari negara mereka untuk melihat burung-burung surga di habitat alaminya.
Burung Cendrawasih Merah / Red Bird of Paradise (Paradisaea rubra) di hutan Raja Ampat
Sejauh ini ada 41 spesies Burung Cendrawasih atau Burung Surga yang dikenal dalam dunia sains. Kebanyakan tinggal di Papua. Keindahan warna bulu dan kemampuannya berdansa sering menyebabkan burung ini menjadi sasaran perburuan satwa liar. Pemerintah dan berbagai lembaga internasional yang mengawasi perdagangan hewan telah melarang perburuan maupun perdagangan satwa liar.
Salah satu cara untuk menekan dan mencegah perburuan terhadap satwa yang dilindungi ini adalah dengan mempromosikannya sebagai daya tarik ekowisata. Wisatawan bisa berkunjung ke hutan tempat Burung Cendrawasih biasanya berkumpul dan berdansa untuk menontonnya. Warga kampung diberi pekerjaan sebagai penunjuk jalan, tukang masak, tukang pikul tas serta pengelola penginapan supaya mereka bisa memperoleh penghasilan bagi keluarga mereka tanpa harus menembak dan menjual burung tersebut.
Sebagai pemandu wisata, saya telah memandu banyak wisatawan yang khusus datang dari berbagai negara di dunia untuk melihat burung surga di berbagai hutan Papua.
Secara pribadi saya sangat beruntung karena telah melihat berbagai spesies yang hidup di Papua Barat, antara lain:
  • Cendrawasih Kuning / Lesser Birds of Paradise (Paradisaea minor)
  • Cendrawasih Merah/ Red Bird of Paradise (Paradisaea rubra)
  • Cendrawasih Raja / King Bird of Paradise (Cicinnurus regius)
  • Cendrawasih Hitam / Western Parotia (Parotia sefilata)
  • Cendrawasih Knang / Magnificent Bird of Paradise (Cicinnurus magnificus)
  • Cendrawasih 12 Antena / Twelve wired Bird of Paradise (Seleucidis melanoleuca)
  • Cendrawasih Leher Biru / Magnificent Riflebird (Ptiloris magnificus)
  • Cendrawasih Paruh Lengkung Hitam / Black Sicklebill (Epimachus fastuosus)
  • Cendrawasih Paruh Lengkung Coklat / Brown Sicklebill (Epimachus meyeri)
  • Cendrawasih Ekor Pita / Ribbon-tailed Astrapia (Astrapia mayeri)
Karena saya suka sekali menggambar/ melukis maka saya telah membuat sketsa beberapa spesies yang telah saya lihat tersebut. Sebenarnya bukan hanya burung yang saya gambar.
Ada juga bunga, perahu, pemandangan alam serta gambar manusia. Berikut ini adalah gambar seorang perempuan yang duduk di tepi pantai sambil menikmati keindahan matahari terbenam. Ulasan tentang gambar ini bisa dilihat di blog saya yang lain yakni wildlife-drawing.blogspot.com.
Gambar Perempuan Memandang Senja
Jila Anda tertarik menonton secara langsung burung Cendrawasih di hutan Papua, silahkan menghubungi saya lewat email: leororing@gmail.com atau pesan teks di whatsapp: +6281332245180.

Wednesday, November 23, 2016

Rumah Kaki Seribu

Rumah Kaki Seribu
Saya baru saja berkunjung ke Pegunungan Arfak selama 5 hari 4 malam. Selama di sana, saya bertemu dengan penduduk setempat yang tinggal di sekitar Danau Anggi. Saya juga sempat menginap selama beberapa hari di rumah tradisional mereka yang dikenal dengan nama Rumah Kaki Seribu. Suhu udara di sana sangat dingin sekali dan bahkan bisa mencapai di bawah 15 derajat Celcius. Tentu saja saya menggigil kedinginan di malam hari. Di dalam rumah tradisional ini, masyarakat asli Papua tersebut menyalakan api yang berfungsi untuk memasak makanan sekaligus menghangatkan ruangan. Sayang sekali rumah tradisional ini tidak memiliki cerobong asap. Saat api menyala, asap akan mengisi seluruh ruangan. Mata saya dan kawan-kawan yang naik dari kota Manokwari terasa pedih sekali.
Rumah tradisionalnya sederhana sekali tapi saya merasakan kenangan indah selama menginap beberapa hari dengan penduduk setempat. Mereka baik sekali dan memperlakukan kami sebagai bagian dari anggota keluarga.
Agar pembaca bisa memiliki gambaran mengenai seperti apa rumah kaki seribu tersebut, saya telah membuat sketsa digital menggunakan aplikasi Autodesk Sketchbook.

Tuesday, June 14, 2016

Burung Taun-taun Lambang Cinta Sejati

Selain menggambar menggunakan media tradisional seperti pensil grafit, pensil arang (charcoal), pensil warna cat air (watercolour pencils); saya juga sering membuat illustrasi digital menggunakan software inkscape. Ini adalah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran karena bukan lagi pensil yang saya pegang melainkan mouse.

Dari sejumlah gambar vektor yang pernah saya buat, salah satunya tentang sepasang burung Taun-taun yang terbang di atas Pulau Papua dan bisa dilihat di depiksi di atas. Ini adalah logo untuk situs wildlife-papua.com. Situs wildlife-papua tersebut dibangun untuk mempromosikan pelestarian alam, dan pemberdayaan ekonomi lewat ekowisata. Ini sangat penting karena saya menyadari bahwa lingkungan hutan dan kawasan laut serta terumbu karang tempat masyarakat adat itu berada merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga dan dipelihara sampai kapanpun.
Berikut ini, adalah gambar vektor dari burung taun-taun tersebut yang tersedia di toko online Alam Lestari. Gambar tersebut tersedia dalam produk lainnya seperti tas (tote bag), casing ponsel, t-shirt dan lain-lain. Silahkan klik gambar di bawah, untuk Anda yang berminat membelinya.
Burung Taun-taun Lambang Cinta Sejati
Alasan saya menggunakan burung taun-taun adalah karena burung ini merupakan lambang cinta sejati yang dikenal oleh masyarakat Papua. Burung taun-taun banyak ditemukan di hutan-hutan Papua, Maluku dan pulau-pulau besar maupun kecil di kawasan Samudra Pasifik. 
Burung taun-taun kerap dijumpai terbang berpasangan, bergerombol serta sendirian. Kalau burung taun-taun tersebut sudah memiliki pasangan hidup, mereka akan terbang bersama mencari buah-buah hutan untuk dimakan. Biji-bijian yang mereka tebar ke sudut-sudut hutan nanti akan tumbuh menggantikan pohon-pohon yang telah tumbang karena lanjut usia. 
Jika salah satu dari pasangan itu mati (entah karena sakit, atau ditembak pemburu) maka pasangan yang bertahan hidup akan terbang sendiri seumur hidupnya. 
Inilah yang menjadi dasar pemilihan burung taun-taun sebagai logo dari wildlife-papua.com. Bergerombol, berpasangan maupun sendirian, saya bertekad untuk mendukung pelestarian alam Papua dan pemberdayaan masyarakat adat lewat program ekowisata.
Ini adalah wujud kecintaan dan rasa syukur saya buat Tanah Papua tempat di mana saya dilahirkan dan dibesarkan meskipun kedua orang tua saya berasal dari Minahasa.


Wednesday, May 25, 2016

Kupu-kupu Dua Mata

Di bawah ini adalah gambar vektor dari kupu-kupu dua mata yang dalam bahasa Inggris disebut The Silky Owl butterfly. Dalam bahasa Latin namanya Taenaris catops.
Saya "menggambarnya" menggunakan software Macromedia Freehand MX. Ketika itu saya baru belajar menggambar secara digital menggunakan laptop dan mouse. Meskipun prosesnya lebih lama, ternyata gambar digital bisa dibuat dengan hasil yang baik.


Kupu-kupu dua mata ini sering saya lihat ketika memandu wisatawan di hutan Papua selama beberapa hari. Ada juga satwa liar lain yang kami lihat seperti burung Cendrawasih, Lao-lao (sejenis kanguru) dan rusa.
Nah, jika Anda ingin melihat kupu-kupu dan satwa liar di habitat alaminya, datanglah ke Papua.

Tuesday, May 24, 2016

Saatnya Panen

Ini adalah gambar seorang petani tradisional di Pulau Jawa, Indonesia. Dia sedang bekerja memanen hasil pertanian di kebunnya. Saya membuat gambar ini beberapa tahun yang lalu saat masih tinggal di kota Malang - Jawa Timur. Kota itu memiliki udara yang sejuk dan dikelilingi oleh lahan pertanian yang produktif. Saya menggunakan pensil warna untuk membuatnya. Saya lupa nama perusahaan pembuat pensil itu. Mungkin Faber-Castell.

Gambar ini telah berada di dalam sebuah kotak karton, bersama-sama dengan lukisan-lukisan saya yang lain, selama bertahun-tahun. Saya senang sekali melihatnya masih dalam keadaan baik. Saya merasa perlu membagikannya di blog ini.

Monday, May 23, 2016

Pikul Semen

Suatu hari setelah memandu seorang wisatawan Jerman bernama Katja menikmati kegiatan snorkeling di Pulau Raimuti, saya mengantarnya kembali ke kota Manokwari. Kebetulan saat itu waktu menunjukkan pukul 02.00. Kami menyempatkan diri berkunjung ke rumah, Niko Asaribab - seniman Papua yang tinggal di kawasan Pelabuhan Anggrem. Karya-karyanya sebagian besar berupa ukiran dari kayu. Ada juga lukisan tentang pemandangan bawah laut terutama terumbu karang dan ikan-ikan tropis.

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam di situ, kami melanjutkan perjalan kami ke pelabuhan Anggrem. Di situ ada beberapa kayu yang merapat di dermaga. Ada tumpukan Semen Tonasa tak jauh dari tempat kami berdiri. Matahari bersinar penuh dan langit cerah. Suasana saat itu terasa panas. Dan saya melihat seorang buruh angkut barang yang memikul semen untuk dimuat ke kapal. Ada satu sak semen tergeletak begitu saja di dermaga kayu. Mungkin semen itu jatuh dari punggung salah satu buruh yang bekerja.
Saya membuat sebuah gambar tentang pemandangan di pelabuhan Anggrem itu. Pelabuhannya sangat sederhana. Beberapa tahun kemudian, pelabuhan itu telah berubah menjadi pelabuhan rakyat dengan konstruksi beton, lantai paving block. Pelabuhan yang baru tersebut saya dengar telah diresmikan oleh Presiden Indonesia Jokowi.
Kini suasana pelabuhan rakyat yang serba sederhana telah hilang. Setidaknya saya telah membuat sebuah gambar tangan berukuran kecil sebagai kenang-kenangan.

Friday, May 20, 2016

Lukisan Cat Air Burung Surga

Setelah membuat sketsa Burung Cendrawasih beberapa waktu yang lalu, langkah selanjutnya adalah mewarnainya agar karya seni ini nampak lebih bagus. Saya pakai Pensil Warna Cat Air ( Derwent Watercolour Pencils). Jadi saya bisa mengarsir atau mewarnai gambar layaknya seperti menggunakan pensil warna biasa. Tapi selanjutnya saya bisa menggunakan kuas kecil yang telah dicelup sedikit ke dalam air dan menyapukannya ke permukaan gambar yang telah diwarnai untuk menciptakan efek sapuan kuas.


Efek sapuan kuas basah mengakibatkan warna mengisi permukaan kertas secara lebih merata. Untuk menghemat waktu maka saya tidak mengarsir sketsa yang ada. Saya langsung menggunakan pensil itu sebagai cat air. Caranya mudah saja. Setelah mencelupkan kuas ke air, saya menyapukannya ke ujung pensil sesuai dengan warna yang saya kehendaki. Selanjutnya saya menyapu permukaan sketsa yang hendak diwarnai. Pekerjaan ini berisiko merusak gambar karena kerta saya saya pakai lebih tipis dari yang diperuntukan bagi lukisan cat air. Dengan penuh kehati-hatian dan kesabaran, akhirnya saya bisa menyelesaikan lukisan tersebut. Semoga Anda menyukainya.
Lukisan Cat Air Burung Cendrawasih
Sketsa Burung Cendrawasih
Burung Cendrawasih Merah
Gambar Vektor Cendrawasih Merah

Monday, May 16, 2016

Sketsa Burung Cendrawasih

Baru saja saya menyelesaikan satu lagi sketsa tentang Burung Cendrawasih. Saya memakai pensil Staedtler 2B untuk mengerjakannya. Kemudian saya memotretnya dan mengolahnya di komputer. Sayang sekali, hari sudah malam ketika saya mengambil foto sketsa tersebut. Akibatnya, kualitas gambar yang dihasilkan tidak terlalu terang.

Sketsa ini akan saya olah lagi dengan mewarnainya menggunakan cat air. Jika sudah jadi, saya akan menceritakannya di blog ini.
Secara umum, dunia ilmu pengetahuan mengenal adanya 41 spesies burung cendrawasih. Sebagian besar hidup di hutan Papua. Mereka memakan buah dan menyebarkannya ke seluruh penjuru hutan. Oleh karena itu burung Cendrawasih memiliki peran yang penting dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan hujan tropis tempat ia hidup dan berkembang.
Baca juga:

Sunday, May 15, 2016

Gembok

Saya baru saja upload sebuah gambar ke Tropical Art. Kali ini saya tidak menggambar burung, bunga atau satwa liar. Yang saya unggah adalah grafik vektor "gembok" yang saya buat menggunakan Inkscape. Ini adalah benda yang terbuat dari besi dan setiap hari saya pegang. Saat membuka toko, saya akan mengambil kunci dari gantungan dan menuju ke pintu utama lalu memasukkan kunci tersebut ke dalam gembok. Setelah gembok terbuka saya akan mengeluarkannya dari lubang kaitan di dua daun pintu besar yang menutup toko. Kemudian pintu saya dorong dan mulailah saya bekerja sebagai seorang pemilik toko yang melayani pembeli mulai dari air mineral hingga lilin.
Grafik Vektor "Slot" versi Inkscape - kalau ini saya gambar pakai laptop dan mouse

Di malam hari, saya akan mengambil gembok ini kembali dan menggantungnya ke pintu utama toko sebelum menguncinya. Kegiatan ini merupakan salah satu dari aktivitas rutin selama beberapa tahun terakhir.
Bila saya sedang bekerja di luar rumah (sebagai pemandu wisatawan) maka saya akan berada di tengah hutan Papua atau di pulau-pulau terpencil di Raja Ampat, Teluk Cendrawasih atau di Teluk Triton selama beberapa hari. Oleh karena itu, tanggung jawab menggunakan gembok ini ada di tangan seorang karyawan saya.
Sketsa Gembok, kalau yang ini hasil goresan tangan

Sebenarnya istilah gembok kurang dikenal di Papua. Masyarakat di sini sudah terbiasa menggunakan kata 'slot.' Kata ini berasal dari bahasa Belanda "slot atau hangslot" yang artinya sama dengan gembok. Nah, sebagai penghargaan saya untuk jasa dari slot tersebut dalam menjaga keamanan toko saya saat ditutup maka saya buat sketsa dan gambar vektor dari slot tersebut, hehehe.....
Oh ya, hampir lupa. Saat saya sedang membuat sketsa pensil dari slot tersebut, saya ditemani oleh seorang perempuan muda berdarah Jerman. Dia bekerja sebagai guru di Cina. Waktu itu dia sedang berlibur di Manokwari. Dia duduk di hadapan saya sambil bercerita tentang berbagai hal. Akhirnya saya beri sejumlah penjelasan mengenai lokasi snorkeling di Perairan Manokwari dan trekking di hutan Pegunungan Arfak. Perempuan Jerman ini jalan-jalan seorang diri di papua. Dia pun mau bermalam di hutan Warmarway di Pegunungan Arfak untuk menonton burung Cendawasih. Tentunya dia tidak seorang diri. Saya sudah telpon pemandu lokal di kampung Warmarway bersama-sama dengan beberapa anak perempuan setempat untuk menemaninya selama di hutan. Waduh! Saya lupa namanya.

Wednesday, May 11, 2016

Burung Surga Jantan

Saya baru saja mengunggah sebuah gambar berbentuk vektor ke akun di Redbubble. Judulnya adalah Lesser Birds of Paradise artinya Burung Surga Kecil. Dalam bahasa Indonesia, burung ini lebih dikenal dengan nama burung Cendrawasih. Gambar di bawah ini adalah Cendrawasih jantan. Burung
Burung ini hidup di hutan-hutan Papua. Burung surga dan burung-burung lainnya yang ada di hutan memegang peranan penting dalam kelestarian hutan hujan tropis Papua. 
Burung Cendrawasih Jantan dari hutan hujan tropis Papua
Mereka menyebarkan biji-bijian dari buah yang mereka makan ke seluruh penjuru hutan. Hutan hujan tropis sangat bermanfaat bagi kehidupan kita karena menyerap gas-gas CO2 yang kita lepaskan ke udara dari kendaraan bermotor, kompor dan termasuk rokok yang kita hisap sehari-hari. Pada saat yang sama, hutan tropis melepas Oksigen ke udara yang kita hirup setiap detiknya.
Sayang sekali, burung surga atau burung Cendrawasih ini terus diburu oleh masyarakat karena keindahan bulunya.
Cendrawasih jantan harus menunjukkan kelihaiannya berdansa guna memikat burung Cendrawasih betina agar mereka bisa kawin. Atraksi dansa ini telah menjadi daya tarik wisata terutama bagai wisatawan pencinta alam dan pengamat burung. Meskipun tur di hutan tergolong sulit, banyak yang tetap berminat untuk menjadi peserta. 
Sebagai seorang pemandu turis, saya telah mengatur perjalanan bagi ratusan wisatawan yang ingin menjelajah hutan sekaligus menonton keindahan burung ini. Saya biasa mengantar wisatawan pengamat burung tersebut ke Lembah Klasow di Kabupaten Sorong atau ke Pegunungan Arfak di Kabupaten Manokwari di Papua Barat.
Meskipun perjalanan di dalam hutan tergolong sulit, para wisatawan senang karena bisa melihat ekosistem hutan dan menonton tarian burung Cendrawasih yang bisa dibilang sebagai bonus buat mereka.

Monday, May 9, 2016

Lukisan Cat Air Burung Cendrawasih

Lukisan cat air Burung Cendrawasih berikut ini saya buat masih menggunakan Derwent Watercolor Pencils.  Saya sering melihat burung ini saat memandu wisatawan pengamat burung dalam kegiatan wisata alam di hutan hujan tropis Lembah Klasow atau Pegunungan Arfak di Papua Barat.
Burung Cendrawasih memegang peranan yang sangat penting bagi ekosistem hutan karena mereka menyebar biji-bijian dari buah yang mereka makan ke seluruh penjuru hutan. Sayang sekali, hingga kini burung-burung tersebut masih terus diburu oleh masyarakat.

Saya memperkenalkan skema ekowisata di Papua Barat dengan harapan agar masyarakat asli bisa mendapatkan penghasilan tambahan dan pada saat yang sama bersama-sama ikut menjaga kelestarian hutan.
Anda bisa memesan lukisan di atas sebagai gambar cetak dalam berbagai produk seperti tas, buku, case ponsel pintar, atau mug serta rok mini. Silahkan melihatnya di link berikut: Paradise Birds in Watercolor